Di suatu padang
rumput terlihat tiga ekor kambing yang
sedang merumput.
“ Hey,
teman-teman, rumput di seberang sungai sangat hijau, segar-segar lagi. Kita
kesana yuk!!!”kata kambing yang paling kecil mengajukan usul.
“ Bagaimana kita
bisa ke sana, kabarnya di sana tinggal seekor harimau yang besar dan bisa
memangsa kita semua,” kata kambing yang gemuk.
“ Aku punya ide.
Sini aku bisiki,” kata kambing yang paling kecil. Kedua kambing yang lain
mendekatkan telinganya padanya.
Tiada berapa lama kemudian,
kambing yang paling kecil berjalan menuju padang rumput di seberang sungai.
Saat tiba di seberang sungai, ia dikejutkan oleh sebuah teriakan.
“ Hei, mau
kemana!!!! Ini wilayahku. Siapa yang berani kesini adalah makananku!!!” kata
harimau dengan sombongnya.
Kambing kecil itu
panik juga berhadapan dengan raja hutan tersebut. Tetapi sebentar kemudian ia
mampu mengendalikan dirinya.
“ Hei, Tuan.
Daging saya tidaklah enak. Sudah dua hari tidak makan. Sebentar lagi kakak saya
menyusul. Pasti dia lebih enak dari saya. Lebih gemuk lagi.”
“ Tubuhmu memang
sangat kecil dan pasti tidak mengenyangkanku. Baiklah aku tunggu kakakmu
saja!!!”
Akhirnya kambing
kecil bisa mendapatkan rumput yang sangat segar. Tidak berapa lama kemudian, kambing
yang agak besar ingin menyusul si kecil.
Saat melewati sungai ia dikejutkan oleh teriakan yang membuat bulu kuduknya
berdiri.
“ Hei, siapa kau.
Berani-beraninya ke sini. Barangsiapa yang masuk ke wilayahku akan kumakan!”
“ Pcrcuma saja
Tuan memakan saya. Saya sudah dua hari tidak makan. Lihat, tubuh saya tinggal
kulit pembalut tulang. Sebentar lagi, kakakku yang paling gemuk ke sini.
Dagingnya tentu enak di makan dan bisa mengenyangkan Tuan,” kata kambing yang
kedua dengan mengiba-iba.
Akhirnya iapun
dibiarkan menikmati segarnya rumput hijau.
Sesaat kemudian
kambing yang paling gemuk ingin menyusul kedua adiknya. Seperti kedua adiknya,
ia pun dikejutkan oleh teriakan harimau yang bermaksud memangsanya. Tetapi ia
mampu mengendalikan dirinya dan berkata dengan tenang kepada harimau.
“ Teman, kulihat
hari ini kau lebih gagah daripada hari-hari yang kemarin. Apakah hari ini engkau sudah
bercermin? Coba lihat dirimu di sungai itu,” kata kambing dengan mantap. Sang
raja hutan hatinya berbunga-bunga mendengar pujian kambing tersebut. Ingin
cepat-cepat rasanya bercermin di sungai.
“ Aku akan
bercermin dulu sebelum memakanmu!!!
Harimau memasang
matanya tajam-tajam. Meskipun airnya jernih tetapi permukaan air dengan dirinya
terpaut cukup jauh. Seperti biasa, saat musim kemarau berkepanjangan sungai
tersebut airnya tinggal sedikit.
Batu-batu besar dan runcing tampak berserakan di sungai. Nah, pada saat harimau
bercermin, kambing menendangnya dengan sekuat tenaga. Harimau pun jatuh ke
sungai yang curam tersebut. Batu-batu sungai yang besar dan runcing tersebut
telah menanti tubuh harimau.
Akhirnya karena
kekompakan dan kecerdikannya, ketiga kambing tersebut bisa menikmati segarnya
rumput hijau dengan tenang.