Di sebuah padang rumput tinggal kawanan
domba. Mereka cukup makan. Tubuh mereka gemuk-gemuk. Di tengah kawanan domba
terlihat seekor singa kecil yang sedang bermain-main dengan anak-anak domba.
Berkejaran dan bergulingan. Ya, itulah Lambert. Seekor singa kecil yang
kehilangan ibunya saat api meluluh lantakkan hutan tempat Lambert dan
kelurganya tinggal. Semenjak kejadian tersebut lambert diasuh oleh kawanan
domba tersebut. Ia hidup dan makan seperti domba-domba pengasuhnya.
Bentuk
giginya yang beda dan kuku-kukunya yang tajam sering membuat Lambert diejek
oleh anak-anak domba yang lain.
“
Domba kok giginya runcing seoerti pisau. Kamu pasti anak serigala.”
‘”
Domba kok kukunya runcing-runcing seperti kucing. Kamu bukan domba seperti kami
kan!!?” ejek bebrapa anak domba pada suatu saat. Lambert hanya diam mendengar
celotehan dari beberapa anak domba tersebut. Ia sadar gigi dan kuikunya memang berbeda.
Diteruskanlah ia memakan rumput dan buah-buahan segar.
Hari
berganti hari, bulan pun berganti bulan, dan tahun telah berganti tahun.
Lambert telah tumbuh menjadi anak singa yang kuat. Pada suatu saat kawasan padang
rumput tempat kawanan domba tinggal kedatangan
seekor serigala yang sedang kelaparan. Kawanan domba berlarian menyelamatkan
dirinya masing-masing melihat kedatangan
serigala.
Melihat
teman-temanya berlarian ketakutan, Lambert marah pada serigala. Yamg keluar
dari mulutnya adalah suara auman singa yang sangat keras dan membuat
serigala lari tunggang langgang. Sejak saat itu anak-domba yang suka mengejeknya
tidak pernah mengejek Lambert lagi. Mereka malah merasa aman apabila Lambert ada di sampung mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar