Kamis, 11 Agustus 2011

GADIS KECIL BERPAYUNG KECIL

Gadis kecil berpayung kecil
Berjalan meniti titian air
Berjingkrak meniti deretan onak
Berpantun senyum dikulum

Gadis kecil berpayung kecil
Menanti harap menanti dekap
Menunggu buaian ibu
Dalam setia menemani-Mu

                  Tamanrejo, 2007

Jumat, 05 Agustus 2011

SINGGASANA BIRU

Langkah tanpa arah
Tatap tanpa hadap
Bisik menyeruak sepi
Angin malam pun bernyanyi
Langkah-langkah hati
Bersenandung biru

Hati bertaut kata
Mata beradu rasa
Jemari merangkai asa
Luluh raga bersatu jiwa
Kibas badai sambut Sang Surya
Menata biduk kayuh bahtera
Tuk menggapai biru singgasana

                     Tamanrejo, 2011



LANGGAR DI ATAS BUKIT

Menjulang tegak menatap langit
Atap sirap lantai granit
Berdinding keangkuhan
Bermihrab kebodohan

          Tamanrejo, 2007



Selasa, 02 Agustus 2011

SESOSOK WAJAH

Hujan menitik pagi
Kuusap embun pada kaca
Menyeruak jauh di sana
Sesosok wajah tak berdaya
Tubuh kering hilang daging
Mulut membisu menahan kelu
Bening mata pancarkan asa
Tuk selalu dalam dekap-Nya
     
                    Kebumen 2007

( puisi ini khusus buat ayah, saat
  itu adalah pertemuan terakhirku
  dengan beliau. Semoga beliau te-
  nang di sisi-Nya. )

INILAH INDONESIA

Di tv dan di koran
Anak ingusan berperut kendang
Tubuh kurus tinggal tulang
Mata melotot otak melayang
Kata dokter, kurang makan

Nun jauh di sana,
Yang katanya wakil rakyat berpesta pora
Ulang tahun anak di Singapura
Uang rakyat diminta-minta
E....e....e.....e, jangan heran Saudara
Inilah Indonesia Raya
Si Kaya makin kaya, Si Miskin makin tersiksa

                                   Tamanrejo, Juni 2011


Senin, 01 Agustus 2011

PENANTIAN

Bedug bertalu tigabelas
Semilir angin menerabas kalbu
Anjing malam melolong pilu
Lelaki tua duduk merindu
Datang angin dari seberang

Bedug bertalu tigabelas
Lelaki tua jauh menerawang
Lukisan buram perantauan membayang
Si Atun yang diperkosa majikan
Si Tinah yang diseterika Nyonya Fulan

Padi tiga musim tlah kujual
Angin malam tak jua bawa kabar
Tentang anak gadisnya yang tak kunjung datang.

TENTANG WAHANA LINTAS KREASI

          Assalamu'alaikum Wr. Wb
.

          Wahana Lintas Kreasi  ( WALSI ) adalah wahana bagi kita semua untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam bentuk tulisan.  Bila dapat diibaratkan perkembangan manusia, WALSI adalah ibarat bayi yang baru lahir.   Masih perlu bimbingan, latihan berkali-kali untuk mampu berjalan. WALSI juga menerima tulisan dari pembaca sekalian. Tulisan yang dimuat, pada periode tertentu, akan diberi souvenir ataupun imbalan sepantasnya. Kedepannya, tulisan-tulisan yang berserakan ini akan dikumpulkan  dan dibukukan.  Semoga niatan baik ini mendapat dukungan dari pembaca sekalian dan diridhloi oleh-Nya. Aaamiiin.
         Tiada gading yang tak retak. Kritikan, masukan, dan kiriman tulisan dari pembaca sekalian sangat kami harapkan.  Terima kasih.
       
          Wassalamu'alaikum Wr.Wb.