Minggu, 17 Agustus 2014

Kambing Yang Cerdik


            Di suatu padang rumput terlihat  tiga ekor kambing yang sedang  merumput.
            “ Hey, teman-teman, rumput di seberang sungai sangat hijau, segar-segar lagi. Kita kesana yuk!!!”kata kambing yang paling kecil mengajukan usul.
            “ Bagaimana kita bisa ke sana, kabarnya di sana tinggal seekor harimau yang besar dan bisa memangsa kita semua,” kata kambing yang gemuk.
            “ Aku punya ide. Sini aku bisiki,” kata kambing yang paling kecil. Kedua kambing yang lain mendekatkan telinganya padanya.  
            Tiada berapa lama kemudian, kambing yang paling kecil berjalan menuju padang rumput di seberang sungai. Saat tiba di seberang sungai, ia dikejutkan oleh sebuah teriakan.
            “ Hei, mau kemana!!!! Ini wilayahku. Siapa yang berani kesini adalah makananku!!!” kata harimau dengan sombongnya.
            Kambing kecil itu panik juga berhadapan dengan raja hutan tersebut. Tetapi sebentar kemudian ia mampu mengendalikan dirinya.
            “ Hei, Tuan. Daging saya tidaklah enak. Sudah dua hari tidak makan. Sebentar lagi kakak saya menyusul. Pasti dia lebih enak dari saya. Lebih gemuk lagi.”
            “ Tubuhmu memang sangat kecil dan pasti tidak mengenyangkanku. Baiklah aku tunggu    kakakmu saja!!!”
            Akhirnya kambing kecil bisa mendapatkan rumput yang sangat segar. Tidak berapa lama kemudian, kambing yang agak besar ingin menyusul  si kecil. Saat melewati sungai ia dikejutkan oleh teriakan yang membuat bulu kuduknya berdiri.
            “ Hei, siapa kau. Berani-beraninya ke sini. Barangsiapa yang masuk ke wilayahku akan kumakan!”
            “ Pcrcuma saja Tuan memakan saya. Saya sudah dua hari tidak makan. Lihat, tubuh saya tinggal kulit pembalut tulang. Sebentar lagi, kakakku yang paling gemuk ke sini. Dagingnya tentu enak di makan dan bisa mengenyangkan Tuan,” kata kambing yang kedua dengan mengiba-iba.
            Akhirnya iapun dibiarkan menikmati segarnya rumput hijau.
            Sesaat kemudian kambing yang paling gemuk ingin menyusul kedua adiknya. Seperti kedua adiknya, ia pun dikejutkan oleh teriakan harimau yang bermaksud memangsanya. Tetapi ia mampu mengendalikan dirinya dan berkata dengan tenang kepada harimau.
            “ Teman, kulihat hari ini kau lebih gagah daripada hari-hari yang  kemarin. Apakah hari ini engkau sudah bercermin? Coba lihat dirimu di sungai itu,” kata kambing dengan mantap. Sang raja hutan hatinya berbunga-bunga   mendengar pujian kambing tersebut. Ingin cepat-cepat rasanya bercermin di sungai.
            “ Aku akan bercermin dulu sebelum memakanmu!!!
            Harimau memasang matanya tajam-tajam. Meskipun airnya jernih tetapi permukaan air dengan dirinya terpaut cukup jauh. Seperti biasa, saat musim kemarau berkepanjangan sungai tersebut airnya tinggal  sedikit. Batu-batu besar dan runcing tampak berserakan di sungai. Nah, pada saat harimau bercermin, kambing menendangnya dengan sekuat tenaga. Harimau pun jatuh ke sungai yang curam tersebut. Batu-batu sungai yang besar dan runcing tersebut telah menanti tubuh harimau.

            Akhirnya karena kekompakan dan kecerdikannya, ketiga kambing tersebut bisa menikmati segarnya rumput hijau dengan tenang.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar