lama kembaraku menantang malam
hanya berteman bintang gemintang
kelebat sayap binatang malam
menggelitik mata nanar
perih raga perih hati
merindu Illahi Rabi
sejumput harapan kutanam
segantang asa ku gantung pada bintang
sebagai teman kembara malam
Bumi Tamanrejo 2010
www.agentiket.net#oid=1263_1
Jumat, 03 Februari 2012
Kamis, 11 Agustus 2011
GADIS KECIL BERPAYUNG KECIL
Gadis kecil berpayung kecil
Berjalan meniti titian air
Berjingkrak meniti deretan onak
Berpantun senyum dikulum
Gadis kecil berpayung kecil
Menanti harap menanti dekap
Menunggu buaian ibu
Dalam setia menemani-Mu
Tamanrejo, 2007
Berjalan meniti titian air
Berjingkrak meniti deretan onak
Berpantun senyum dikulum
Gadis kecil berpayung kecil
Menanti harap menanti dekap
Menunggu buaian ibu
Dalam setia menemani-Mu
Tamanrejo, 2007
Jumat, 05 Agustus 2011
SINGGASANA BIRU
Langkah tanpa arah
Tatap tanpa hadap
Bisik menyeruak sepi
Angin malam pun bernyanyi
Langkah-langkah hati
Bersenandung biru
Hati bertaut kata
Mata beradu rasa
Jemari merangkai asa
Luluh raga bersatu jiwa
Kibas badai sambut Sang Surya
Menata biduk kayuh bahtera
Tuk menggapai biru singgasana
Tamanrejo, 2011
Tatap tanpa hadap
Bisik menyeruak sepi
Angin malam pun bernyanyi
Langkah-langkah hati
Bersenandung biru
Hati bertaut kata
Mata beradu rasa
Jemari merangkai asa
Luluh raga bersatu jiwa
Kibas badai sambut Sang Surya
Menata biduk kayuh bahtera
Tuk menggapai biru singgasana
Tamanrejo, 2011
LANGGAR DI ATAS BUKIT
Menjulang tegak menatap langit
Atap sirap lantai granit
Berdinding keangkuhan
Bermihrab kebodohan
Tamanrejo, 2007
Atap sirap lantai granit
Berdinding keangkuhan
Bermihrab kebodohan
Tamanrejo, 2007
Selasa, 02 Agustus 2011
SESOSOK WAJAH
Hujan menitik pagi
Kuusap embun pada kaca
Menyeruak jauh di sana
Sesosok wajah tak berdaya
Tubuh kering hilang daging
Mulut membisu menahan kelu
Bening mata pancarkan asa
Tuk selalu dalam dekap-Nya
Kebumen 2007
( puisi ini khusus buat ayah, saat
itu adalah pertemuan terakhirku
dengan beliau. Semoga beliau te-
nang di sisi-Nya. )
Kuusap embun pada kaca
Menyeruak jauh di sana
Sesosok wajah tak berdaya
Tubuh kering hilang daging
Mulut membisu menahan kelu
Bening mata pancarkan asa
Tuk selalu dalam dekap-Nya
Kebumen 2007
( puisi ini khusus buat ayah, saat
dengan beliau. Semoga beliau te-
nang di sisi-Nya. )
Langganan:
Postingan (Atom)