Kamis, 14 Januari 2016

Sigi, Sigung Penakut

Tampak anak-anak kera, gajah, tupai, rusa, dan babi hutan sedang bermain di tengah hutan.
            “ Siang begini enaknya minum air kelapa muda” kata gajah sambil mendongakkan kepalanya ke arah pohon kelapa.
             “ Ayo siapa yang bisa mengambil kelapa. Tanganku sedang sakit “ kata kera sambil menoleh ke teman-temannya.
            “Aku bisa!!! “ tiba-tiba seekor anak sigung berjalan ke arah mereka. Akan tetapi buru-buru mereka pergi seolah anak sigung hina.
            “ Tidak minum kelapa muda tidak apa-apa “ kata gajah sambil meninggalkan anak sigung tersebut. Teman-teman yang lain mengikutinya. Satu persatu mereka  meninggalkan Sigi sendirian. Sigi sedih melihat kelakuan teman-temannya. Ia sadar, ia memang memiliki kekurangan. Dirinya sangat penakut. Pada saat merasa takut, tanpa sadar dia mengeluarkan bau yang menusuk hidung. Hal itu yang membut teman-temannya tidak suka apabila ia ada di dekat mereka.
            “ Tolong…tolong…!!!! “ Tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong dari rerimbunan semak. Sigi dengan cepat berlari menuju arah teriakan minta tolong tersebut. Dilihatnya Riri, rusa sahabatnya dalam sergapan harimau. Sementara teman-teman bermainnya yang lain tidak bisa berbuat apa-apa. Sigi pun tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi ia ingin menolong sahabatnya dari ancaman harimau. Pelan tapi pasti, ia kemudian berjalan ke arah harimau sampai hanya beberapa meter darinya. Tanpa ia sadari, ia mengeluarkan bau menyengatnya.
            Harimau mencium bau tidak sedap menusuk hidungnya. Beberapa saat  ia dapat menahan bau tersebut. Akan tetapi ia kemudian tidak betah lama-lama di tempat tersebut . Akhirnya harimau meninggalkan buruannya. Riri akhirnya selamat dari bahaya.
            “ Sigi maafkan aku. Selama ini aku selalu megejekmu karena bau tubuhmu itu. Maukah kamu menjadi sahabatmu? “ kata Riri dengan mata berkaca-kaca. Perbuatan Riri disusul oleh gajah, kera, dan teman-teman bermainnya yang lain.
            “ Aku sangat senang kalian telah menerimaku sebagai sahabat. Selama ini aku kesepian tidak ada yang mau berteman denganku. “

            “ Sudahlah Sigi kami semua adalah teman-temanmu, ayo kita bermain.” Akhirnya Sigi mempunyai teman. Ia tidak kesepian lagi. Mereka terlihat bermain, bercanda, dan tertawa setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar