Tampak
anak-anak kera, gajah, tupai, rusa, dan babi hutan sedang bermain di tengah
hutan.
“ Siang begini enaknya minum air
kelapa muda” kata gajah sambil mendongakkan kepalanya ke arah pohon kelapa.
“ Ayo siapa yang bisa mengambil kelapa.
Tanganku sedang sakit “ kata kera sambil menoleh ke teman-temannya.
“Aku bisa!!! “ tiba-tiba seekor anak
sigung berjalan ke arah mereka. Akan tetapi buru-buru mereka pergi seolah anak
sigung hina.
“ Tidak minum kelapa muda tidak
apa-apa “ kata gajah sambil meninggalkan anak sigung tersebut. Teman-teman yang
lain mengikutinya. Satu persatu mereka
meninggalkan Sigi sendirian. Sigi sedih melihat kelakuan teman-temannya.
Ia sadar, ia memang memiliki kekurangan. Dirinya sangat penakut. Pada saat
merasa takut, tanpa sadar dia mengeluarkan bau yang menusuk hidung. Hal itu
yang membut teman-temannya tidak suka apabila ia ada di dekat mereka.
“ Tolong…tolong…!!!! “ Tiba-tiba
terdengar teriakan minta tolong dari rerimbunan semak. Sigi dengan cepat
berlari menuju arah teriakan minta tolong tersebut. Dilihatnya Riri, rusa
sahabatnya dalam sergapan harimau. Sementara teman-teman bermainnya yang lain
tidak bisa berbuat apa-apa. Sigi pun tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi ia
ingin menolong sahabatnya dari ancaman harimau. Pelan tapi pasti, ia kemudian
berjalan ke arah harimau sampai hanya beberapa meter darinya. Tanpa ia sadari,
ia mengeluarkan bau menyengatnya.
Harimau mencium bau tidak sedap
menusuk hidungnya. Beberapa saat ia
dapat menahan bau tersebut. Akan tetapi ia kemudian tidak betah lama-lama di
tempat tersebut . Akhirnya harimau meninggalkan buruannya. Riri akhirnya
selamat dari bahaya.
“ Sigi maafkan aku. Selama ini aku
selalu megejekmu karena bau tubuhmu itu. Maukah kamu menjadi sahabatmu? “ kata
Riri dengan mata berkaca-kaca. Perbuatan Riri disusul oleh gajah, kera, dan
teman-teman bermainnya yang lain.
“ Aku sangat senang kalian telah menerimaku
sebagai sahabat. Selama ini aku kesepian tidak ada yang mau berteman denganku. “
“ Sudahlah Sigi kami semua adalah
teman-temanmu, ayo kita bermain.” Akhirnya Sigi mempunyai teman. Ia tidak
kesepian lagi. Mereka terlihat bermain, bercanda, dan tertawa setiap hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar